When he died, he was preparing to take a vast army into Italy to capture Rome. That he would have succeeded no one at the time doubted. Had he lived another 20 years, Christian Europe would have been no more (John Freely – The Grand Turk: Sultan Mehmet II – Conqueror of Constantinople, Master of an Empire and Lord of Two Seas)
Saat hari itu terjadi, Sixtus IV sedang bersiap-siap untuk menempuh perjalanan panjang-melelahkan dari Roma menuju Avignon, sebuah kota yang terletak di sebelah tenggara Prancis untuk menyelamatkan dirinya, dan meninggalkan ratusan ribu penduduk di Roma yang berdoa-tanpa-henti di kapel dan gereja mereka. Paus berencana akan meninggalkan ummatnya di kota Roma yang seolah berusaha menamatkan kengerian yang membuncah dalam benak mereka dan menahan gemetar tubuhnya, seluruh penduduk Roma berlutut dan berdoa pada tuhannya. Mereka tahu betul, pasukan yang teramat besar telah disiapkan untuk menuju ke kediaman mereka. Pasukan didikan langit yang telah membebebaskan Konstantinopel, dan tentunya akan segera membebaskan Roma.
Pada penaklukan kali itu Muhammad al-Fatih tidak merasa seperti biasanya. Fisiknya yang selalu membaik manakala ia berangkat untuk berjihad tidak menunjukkan tanda-tanda demikian, malahan penyakit yang dideritanya bertambah parah. Namun semua itu tidak menghalanginya untuk menggenapi sabda suci Rasulullah saw. Pasukan yang paling istimewa telah disiapkan untuk membebaskan Roma. Tapi ternyata Allah berkehendak lain, Allah berkehendak untuk membagi dua pahala pembebasan yang telah terjanjikan itu. Muhammad al-Fatih menutup usianya dalam kondisi bersiap untuk membuka Roma pada tahun 1481.
Al-Fatih meninggal pada umur 49 tahun. Dan tidak dipungkiri bahwa lelaki inilah yang diklaim oleh dunia kristen sebagai “musuh paling berbahaya yang pernah dihadapi”. Kata-kata ini adalah sebuah gambaran bagaimana secara konstan selama 30 tahun al-Fatih melakukan perang secara kontinyu untuk membebaskan Eropa terutama Roma.
Ketika mendengar kabar kematian Muhammad al-Fatih, segera Paus dengan sukacita menggelar perayaan atas kabar itu, pengirim pesannya bahkan dimuliakan, dan masyarakat Roma tenggelam dalam eforia hanya karena kematian 1 orang laki-laki muslim. Gereja pun diperintahkan membunyikan belnya selama 3 hari berturut-turut atas alasan yang sama. Bahkan tradisi itu berlangsung sampai sekarang.
Coba kita fikirkan baik-baik:
Ada satu masa, dimana semua orang betul-betul percaya bahwa Roma akan takluk oleh Islam.Ada satu saat, dimana seluruh dunia sangat-sangat menyegani kaum muslim.Ada satu waktu, dimana 3 benua dan 2 samudera benar-benar disatukan oleh Khilafah Islam
Tapi sayangnya kita hidup dalam suasana yang sebaliknya, justru kaum muslim saat ini tidak bisa membayangkan hal seperti ini, jangankan taklukknya Konstantinopel, kembalinya Khilafah saja terkadang menjadi perdebatan di kalangan muslim masakini.
Bagaimanapun, Muhammad al-Fatih adalah manusia biasa yang memiliki batas waktu. Pecapaiannya dalam penaklukan Konstantinopel bukan penaklukan biasa, yang menandakan bahwa penaklukan Roma pun akan dilakukan pleh kualitas muslim yang bukan biasa dan cara yang juga bukan biasa.
Inilah simbolisme ketakutan dunia barat pada seorang Muhammad al-Fatih. Ketakutan mereka pada Islam dan kaum muslimin yang bersatu dalam Khilafah. Subhanallah..
Bila saja saya bisa menyampaikan kepada Paus Sixtus IV pada masa lalu, maka inilah yang akan saya sampaikan padanya: “Om, jangan terburu-buru untuk merayakan kemenangan, sesungguhnya orang yang wafat itu bukanlah al-Fatih yang terakhir. Tidak ada yang berubah pada janji Rasulullah kecuali hanya penakluknya saja!”
Simak pengakuan penulis John Freely dalam bukunya:
Sesaat sebelum wafatnya, dia sedang mempersiapkan untuk mengomando tentara yang sangat besar untuk menaklukkan Roma. Perkara bahwa dia akan berhasil melakukannya tidak pernah diragukan orang yang hidup pada zaman itu. Bila saja dia hidup 20 tahun lebih panjang, tentunya tidak ada lagi Eropa dengan Kristianinya( Conqueror of Constantinople, Master of an Empire and Lord of Two Seas)
One man can really make a difference isn’t it..,Not only in his life, even in his death, he can make a difference.. Can we?
]]>
Pada tanggal 16 Juli 2010 lalu, MUI mengeluarkan fatwa baru tentang arah kiblat yang seharusnya menghadap ke barat laut. Fatwa ini meralat fatwa yang dikeluarkan MUI Tanggal 22 Maret 2010 lalu yang menyebutkan pada salah satu poinnya bahwa kiblat kita menghadap ke barat. Saat itu pula muncul pertanyaan masyarakat yang kebanyakan salah tangkap bahwa kiblat kita berubah.Kesalahan utama memang ketika masyarakat ditanyakan arah kiblat, biasanya hanya menjawab “arah barat”, dan tidak lagi memperhatikan apakah makkah benar-benar terletak di barat. Sampai-sampai lembaga MUI pun mengeluarkan fatwa yang sejalan dengan cara berfikir masyarakat yang terlanjur “menyederhanakan” arah kiblat.
Tak dinyana, ternyata arah kiblat ini menimbulkan permasalahan yang lumayan besar dikalangan masyarakat, khususnya yang tidak memiliki pemahaman yang baik tentang ikhtilaf (perbedaan), sampai-sampai shaf masjid seringkali dilanggar karena ketidakpahaman mereka tentang arah kiblat.
Maka fatwa MUI ini bukanlah fatwa yang merubah arah kiblat, tapi lebih kepada “menyesuaikan” arah kiblat. Untuk lebih jelasnya marilah kita lihat ilustrasi berikut:
Kita lihat, bahwa Jakarta dan Makkah tidak tepat berada dalam satu garis lurus lintang, tetapi agak sedikit miring, atau bagi Jakarta, kedudukan Makkah adalah 293 derajat, artinya kiblat bagi penduduk jakarta dan sekitarnya tidak ke Barat, tetapi 23 derajat searah jarum jam dari arah barat. Demikianlah maksud fatwa MUI.
Pertanyaannya bagaimana selama ini bila selama ini shalat kita menghadap ke barat atau tidak 100% benar meghadap kiblat?, Alhamdulillah shalatnya sah, bisa dibaca penjelasan lengkapnya dari bahasan ust. Shiddiq al-Jawi di link ini: Hukum Arah Kiblat - Ust. Shiddiq al-Jawi
yang menarik sebenarnya ucapan KH. Ma’ruf Amin yang mengatakan bahwa arah kiblat ke barat menimbulkan multitafsir bahwa ummat Islam Indonesia berkiblat ke barat (budaya barat), agar lebih tenang maka diganti “barat laut”. Tapi selama ideologi Indonesia masih berkiblat ke barat, seharusnya sekalian ‘diralat” sama MUI agar ideologi Indonesia kembali berkiblat ke “Ka’bah” (baca: Islam).
semoga membantu =)
]]>
Nama saya Felix Y. Siauw, kelahiran Palembang 26 tahun yang lalu, dan setidaknya dalam jangka waktu yang lebih dari ¼ abad itu saya sudah merasakan banyak sekali kesulitan dan kebahagiaan hidup. Setidaknya ada 4 momen paling bahagia bagi saya, yaitu tahun 2002 ketika saya memutuskan untuk mengganti keyakinan dengan mengakui Allah swt. sebagai satu-satunya Tuhan dan sesembahan. Tahun 2006 ketika saya menikahi seorang muslimah yang kelak memberikan saya 2 momen bahagia lagi; kelahiran Alila Shaffiya asy-Syarifah pada tahun 2008 dan Shifr Muhammad al-Fatih 1453 pada tahun 2010.Berawal ketika Istri saya yang melahirkan anak keduanya di RS. Budi Kemuliaan Jakarta Pusat, setelah itu seperti biasa, atas nama pribadi ada beberapa karyawan yang menawarkan jasa pembuatan akte kelahiran putra saya. Dan kami pun menyambut baik tawaran yang dibandrol dengan harga Rp. 100.000. Tak berapa lama, setelah karyawan tadi melihat fisik saya, lalu dia bertanya pada istri:
“Bu, bapaknya muslim bukan? keturunan ya?”
“Muslim kok, emang kenapa mbak?” Jawab istri saya santai,
“Nikahnya pake cara Islam kan?, karena kalo nikahnya beda agama susah ngurusnya bu, dan beda juga biayanya..”
“Ya Islam lah, bedanya apa mbak”, sedikit terintimidasi, Istri saya tetap berusaha santai
“Kalo pribumi 100.000 kalo keturunan 250.000”
Setelah memberitahu saya perihal percakapan ini, dengan agak kesal saya pun mencoba membuktikan perkataan istri saya tadi. Ternyata benar, ada diskriminasi kepengurusan akte kelahiran, dan dokumen yang diperlukan pun lebih daripada yang biasanya. Walau saya desak dengan berbagai dalil, termasuk dengan dalil bahwa penghapusan istilah WNI Keturunan sudah dilakukan, tetap saja tidak ada penjelasan yang memadai kepada saya. Bertambah kekesalan saya, maka saya memutuskan untuk mengurus sendiri akte kelahiran anak kedua saya. Bukan masalah uang, ini masalah ide kufur yang tidak perlu diberikan ruang toleransi.
Langkah pertama adalah melakukan browsing ke Internet ke alamat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ; http://www.kependudukancapil.go.id/index.php/produk-a-layanan/akta-kelahiran, dan disitu saya mendapatkan informasi bahwa pembuatan akte kelahiran biayanya gratis s/d Rp. 5000. Dan syaratnya: Surat Keterangan Lahir, KK, KTP Orangtua, dan Surat Pengantar RT/RW yang dilegalkan Kelurahan. Ternyata setelah saya datang pada hari Rabu, 07 Juli 2010, petugas malah meminta akte kelahiran untuk dikonfirmasi apakah saya warga keturunan atau bukan. Dan sekali lagi saya katakan bahwa urusan keturunan sudah tidak ada, semua yang dilahirkan di tanah Indonesia adalah WNI. Dan setelah itu akhirnya saya tetap diminta membayar Rp. 70.000, sebelum membayar saya menanyakan bukti pembayarannya, sedikit gagap petugas menyatakan bahwa lembar bukti penyerahan dokumen sudah dianggap menjadi bukti pembayaran (nanti coba kita liat ya). Dan yang paling menyakitkan, ditulis lagi dalam keterangan permintaan akte kelahiran bahwa anak saya termasuk Stbld. 1917.
Lalu dengan serius saya tanyakan: “Masih berlaku tuh stbld?”
“Oh masih pak, semuanya harus ditulis begitu”
“Oh gitu, kirain jaman belanda aja pake stbld!” sindiran dari saya yang tampaknya tidak dipahami petugas bersangkutan.
Ok, cukup cerita pendahuluan saya, sekarang kita masuk ke pokok pembahasan.
1. Inilah budaya pegawai negeri Indonesia yang jauh dari kesan profesional dan korup, birokrasi yang terbiasa tidak jujur dan selalu mencari kesempatan atas minimnya data yang mereka beri kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Sehingga seolah-olah masyarakat yang harus membayar mereka karena pelayanan itu, padahal pelayanan mereka sudah dibayar oleh negara. Sampai setelah saya membayar Rp. 70.000 itu, saya tidak mengetahui kemana uang ini dialokasikan, dan parahnya yang menerima uang ini adalah muslim. Saya terima kalau yang melakukan korupsi ini bila bukan muslim, tapi pelakunya sekali lagi adalah muslim, yang seharusnya menjadi pekerja yang paling jujur karena aqidahnya memerintahkan begitu
2. Budaya rasialis dan nasionalisme kampungan rupanya masih menjadi mental ummat Islam saat ini. Mereka membedakan antara pribumi dan keturunan. Tanpa mereka ketahui bahwa cara ini adalah strategi utama belanda dalam melakukan politik divide et impera dan menghancurkan sendi ekonomi dan masyarakat.
Politik rasialis ini dimulai ketika VOC dan Pemerintah Belanda membagi kelompok masyarakat menjadi Inlander (pribumi) dan Vreemde Oosterlinge (Orang Timur Asing, termasuk Cina, Arab dan India)(lihat http://www.jakarta.go.id/jakv1/encyclopedia/detail/3523), lalu memberikan akses ekonomi kepada Vreemde Oosterlinge terutama orang Cina sehingga pecahlah permusuhan dan kebencian antara Inlander dan Vreemde Oosterlinge (lihat Buku Api Sejarah, Ahmad Mansur Suryanegara).
Politik rasialis ini bahkan dimulai semenjak awal pencatatan akta kelahiran dengan membedakan antara Inlander dan Vreemde Oosterlinge, antara agama penjajah Belanda Kristen dan Katolik serta Islam. Lihat saja akte kelahiran Anda yang muslim pribumi akan mendapatkan kode Stbld. 1920, sedangakan yang nasrani pribumi mendapatkan kode Stbld. 1933, warga keturunan dari timur (Cina, Arab, India, dan lainnya) dengan Stbld. 1917 (lihat http://www.jasaumum.com/akteKelahiran.htm). Akta kelahiran inilah yang menjadi dasar dalam perbedaan perilaku penjajah Belanda dalam masalah pendidikan, pekerjaan dan status sosial.
Sayangnya (baca: bodohnya), pemerintah Indonesia justru mengadopsi Stbld. (Staatsblad, artinya Peraturan Pemerintah Belanda) menjadi aturan dalam pencatatan kelahiran yang otomatis dari awal sudah membedakan membuat rasial penduduknya berdasarkan cara penjajah Belanda membedakannya. Jadi ketahuan sekali bahwa negara kita secara hukum dan ekonomi masih terjajah dan samasekali belum merdeka. Nah, wajar kan kalau kita liat konflik horizontal maupun vertikal atas nama etnis masih terjadi di negeri ini? karena memang dari awal pemerintah Indonesia sudah meniatkannya. Membebek penjajah Belanda. Dan hampir sebagian besar hukum kita adalah adopsi Belanda.
Belum puas rupanya dijajah 350 tahun?!
Inilah ikatan-ikatan yang merusak dan terbukti menimbulkan perpecahan dan konflik yang tak berkesudahan. Ikatan yang muncul dari pemikiran yang dangkal dan sempit. Ikatan etnisitas, kekauman dan juga termasuk ikatan nasionalisme kampungan. Ikatan inilah yang menyebabkan muslim Indonesia tidak memperdulikan muslim Palestina hanya karena dibatasi oleh garis-garis khayal batas negara. Ikatan ini juga yang memenangkan penjajah Belanda ketika membelah ummat Islam Indonesia atas nama etnis. Dan ikatan ini pula yang menyebabkan Arab Saudi, Yordan, Turki, Mesir, Irak, Iran dan semua negara muslim saat ini terpecah belah padahal dahulunya mereka adalah satu kekuatan. Inilah sebuah ikatan palsu yang harus dimusnahkan: fanatisme golongan, bangsa dan semacamnya yang kita kenal dengan kata ashabiyah.
Padahal Rasulullah dengan sangat jelas telah mewanti-wanti agar kita jangan membedakan diri berdasarkan sesuatu yang tidak pernah dipilih manusia atau bagian dari qadar Allah.
إن الله لا ينظر إلى صوركم ولا إلى أجسامكم ولكن ينظر إلى قلوبكم وإلى أعمالكم
Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada wajah kalian dan tidak pula kepada bentuk tubuh kalian, akan tetapi Allah melihat qalbu (akal dan hati) kalian dan perbuatan kalian (HR Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurrairah)
Maka benarlah dalam aturan kewarganegaraan Daulah Madinah ketika Rasulullah saw. menjadi kepala negara, beliau saw. hanya membedakan 2 jenis penduduk; muslim dan kafir. Begitu pula yang dilaksanakan Khulafaur Rasyidin setelah beliau dan Khalifah-khalifah setelah mereka sampai runtuhnya Daulah Khilafah Islam Utsmaniyah tahun 1924. Artinya pembedaan kewarganegraan adalah berdasarkan pengakuannya atas Islam, bukan yang lain seperti fanatisme golongan atau bangsa.
Juga larangan sempurna dari Rasulullah atas sikap fanatisme golongan, bangsa dan semacamnya yang dirangkum dalam larangan ashabiyah
ومن قاتل تحت راية عمّيّة يغضب لعصبة، أو يدعو إلى عصبة، أو ينصر عصبة، فقتل، فقتلة جاهليّة
Siapa saja yang berperang di bawah panji kebodohan marah kerena suku, atau menyeru kepada suku atau membela suku lalu terbunuh maka ia terbunuh secara jahiliyah (HR Muslim)ليس منا من دعا إلى عصبية، وليس منا من قاتل على عصبية، وليس منا من مات على عصبية
Bukan dari golongan kami siapa saja yang mengajak kepada ashabiyah, bukan pula dari golongan kami orang yang berperang karena ashabiyah, dan tidak juga termasuk golongan kami orang yang mati karena ashabiyah (HR Abu Dawud)
Tidak ada keistimewaan khusus karena warna kulit, karena jenis dan karena tanah air. Dan tidak halal seorang muslim merasa fanatik (ta’ashub) karena warna kulitnya melebihi kulit orang lain, karena golongannya melebihi golongan lain dan karena daerahnya melebihi daerah orang lain. Pribumi ataupun keturunan. Bahkan Islam menaruh ikatan semacam ini dalam posisi yang paling rendah karena pemikiran semacam ini adalah batil.
Tapi inilah kondisi masyarakat dan ummat, mereka mempunyai cap tertentu bagi etnis tertentu, dan akhirnya bukan melihat karena ketakwaannya tetapi karena bentuk wajahnya. Hanya karena seseorang berwajah Arab lantas setiap bertemu tangannya dicium, karena persangkaan bahwa arab identik dengan Islam (ironis). Hanya karena seseorang berwajah Cina lantas diidentikkan dengan kafir? (lebih ironis), lebih aneh lagi kalau ketemu bule semuanya serba senang, sumringah dan berjalan menunduk (kacau).
Inilah mental-mental terjajah, mental yang sangat ridha dan bangga kepada negara yang menjajahnya tapi lupa sama sekali dengan Tuhan yang menciptakan dirinya dan memberinya kenikmatan. Padahal kita semua sebagai muslim tidak diseru kecuali berpegang pada aqidah yang satu, ikatan yang satu, perintah yang satu dan kepemimpinan yang satu. Tauhid dalam segala bidang.
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai (QS ali Imraan [3]: 103)
Seandainya saja Rasulullah masih ada, maka tentu dia akan menghapuskan segala macam diskriminasi dan rasialisme yang diwariskan dunia Barat kepada kaum muslim. Seandainya saja Umar bin Khattab masih ada, maka pastilah beliau sendiri yang akan menghunus pedangnya untuk memenggal penyeru ashabiyah. Tapi mereka telah tiada, namun bukan tanpa warisan. Rasulullah menyiapkan sebuah sistem buat ummatnya agar ummatnya dapat bersatu padu dan kuat dalam satu kepemimpinan di seluruh dunia. Insya Allah saat Khilafah Islam tegak satu saat nanti, Khalifah lah yang akan mengomando kaum muslim membunuh ashabiyah.
]]>
Imperium Persia terbentang seluas 7.400.00 km2 di sebelah timur dengan peradaban yang telah dibangun selama 1173 tahun, sementara di sebelah barat terbentang Imperium Romawi seluas 5.000.000 km2 yang telah dibangun selama 650 tahun.
Diantara keduanya, muncul satu peradaban baru yang kelak akan membebaskan kedua peradaban besar Persia & Romawi. Pada tahun 651 Imperium Persia dibebaskan di tangan kaum Muslim dan menyusul Imperium Romawi yang dibebaskan pada tahun 1453.
Islam lalu menyatukan kedua Imperium dan meluaskan wilayahnya hingga mencapai 20.000.000 km2 dan memberikan kesejahteraan melebihi apa yang pernah diberikan kedua Imperium sebelumnya. Kenapa ada satu masa dimana Islam dapat menjadi inspirasi dan motivasi yang menjadikan pengembannya menjadi mulia dan tinggi, tapi di masa yang lain justru menampakkan ummat dengan karakter yang berbeda?
Pertanyaaan “Why?” inilah yang akan dibahas dalam buku ini, sekaligus membagikan kepada kita suatu rahasia yang dipegang oleh Rasulullah dan para shahabat serta generasi terbaik dalam Islam. to see
beyond the eyes can see..
Penerbit: Khilafah Press - النشر الخلافة
Harga: Rp. 56,000
Pemesanan:
R. Ramadhi | 0856 157 0808
Link pemesanan:http://pasarkhilafah.com/index.php?main_page=product_info&cPath=1&products_id=206&zenid=dd36ed273724580f631af7ad884a75b7
Cara Pemesanan: http://pasarkhilafah.com/index.php?main_page=shippinginfo
Sekali lagi dunia terhenyak ketika Israel melakukan aksi terorrismenya dengan pongah. Kapal mavi marmara dalam rombongan Freedom Flotilla yang membawa bantuan kepada muslim palestina diberondong dengan timah panas sehingga menewaskan 19 orang dan melukai 50 lebih relawan lainnya. Seperti biasa, dunia diam atas perbuatan semena-mena yahudi Israel dan hanya memberikan kecaman tanpa tindakan nyata. Amerika malah mendukung kebiadaban Israel ini. Dunia pun hanya bisa mengelus dada dan membicarakan solusi-solusi palsu dan tidak jelas seperti pengharapan pada PBB, Amerika dan OKI. Tulisan ini tidak bermaksud menambah kepedihan kaum muslim tentang banyaknya tulisan dan minimnya aksi, lebih kepada agar kita memiliki kesadaran politik tentang akar masalah Palestina dan memperjuangkan solusinya secara logis, empiris dan normatif dalam Islam.Tanah itu bukan milikku, tetapi milik ummatku
(Khalifah Abdul Hamid II, 1897)
Nasihati Dr. Hertzl supaya jangan meneruskan rencananya.
Aku tidak akan melepaskan walaupun segenggam tanah ini (Palestina),
karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam.
Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini
dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka.
Yahudi silakan menyimpan harta mereka.
Jika Daulah Khilafah Utsmaniyah dimusnahkan pada suatu hari,
maka mereka boleh mengambil Palestina tanpa membayar harganya.
Akan tetapi, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku
daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Daulah Islamiyah.
Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi.
Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup
(Khalifah Abdul Hamid II, 1902)
Inilah pernyataan Khalifah kaum muslimin sebelum Khilafah Islam dihapuskan oleh laknatullah Musthafa Kamal di Turki tahun 1924. Isi pernyataan ini menggambarkan ketegasan kaum muslimin yang diwakili oleh Khalifahnya dalam memandang wilayah kesatuan kaum muslim.
Khilafah Islamiyyah adalah satu kepemimpinan global bagi kaum muslim diseluruh dunia yang diwajibkan oleh rasulullah Muhammad saw. untuk mengurusi urusan ummat dan melindungi ummat.
Dulu Bani Israil diurus urusannya (tasusu) oleh para Nabi. Setiap kali seorang Nabi meninggal, Nabi yang lain menggantikannya. Sesungguhnya tidak ada Nabi sesudahku dan akan ada para khalifah, yang berjumlah banyak” Para sahabat bertanya “Lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi saw. Bersabda: “Penuhilah baiat yang pertama saja, dan berikanlah kepada mereka yang berhak. Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas apa saja yang mereka urus (HR. Bukhari)
Khilafah Islamiyyah berawal setelah berakhirnya masa kenabian yang terakhir (Rasul Muhammad saw.), diawali dengan khulafa ar-rasyidin, dilanjutkan dengan khalifah yang lain yang tanpa putus-putusnya memberikan perlindungan kepada ummat. Dalam masa itu, sejak tahun 623 – 1924 M, ummat Islam bersatu dalam satu kepemimpinan di seluruh dunia, pada masa Kekhalifahan Utsmaniyyah, wilayah kaum muslim meliputi lebih dari 1/3 dunia termasuk didalamnya wilayah Palestina.
Kekuasaan Khilafah Islamiyyah Utsmaniyyah (Hijau)Pada awal abad ke 20, Kekhilafahan Utsmaniyyah terjebak mengikuti perang dunia pertama yang berakhir pada kekalahan pihak Jerman dan Khilafah, setelah itu wilayah khilafah dipecah menjadi negara-negara yang lebih kecil dan diserahkan kepengurusannya kepada UK dan Prancis selaku sekutu pemenang perang. Dari sinilah petaka kaum muslimin dimulai.
Kaum zionis yahudi yang dimotori oleh keluarga bankir Rothchilds dan pion mereka Theodore Hertzl, memang sejak awal berniat mendirikan negara untuk menampung kaum yahudi yang ditolak di berbagai tempat di dunia, dan tanah palestina yang mereka anggap sebagai tanah terjanji sejak awal telah mereka incar. Pada tanggal 2 November 1917, pemerintahan Inggris menyetujui pendirian negara israel di tanah palestina lewat deklarasi Balfour. Deklarasi ini sekaligus mengawali pemerintahan militer di tanah Palestina dengan Jendral Allenby yang ditugaskan UK untuk melindungi eksodus penjajah yahudi ke tanah Palestina.

Tak lama setelah itu, pada Desember 1922, Liga Bangsa Bangsa (League of Nations) yaitu cikal bakal PBB (United Nations), kemudian memberikan landasan yudisial yang lebih kuat bagi UK dengan memberikan mandat pengaturan wilayah Palestina, setelah itu, eksodus kaum yahudi pun meningkat pesat, sedikitnya 1,3 juta kaum yahudi bermigrasi dari seluruh dunia ke tanah palestina, sejak saat itu, kaum muslimi di palestina diusir dan dibunuh tanpa ada pembelaan dari siapapun.
Puncaknya, pada 29 November 1947, PBB mengumumkan persetujuan berdirinya negara Israel yang diamini oleh AS, dengan wilayah Israel yang meliputi 55% tanah palestina, yang diikuti dengan deklarasi pendirian negara Israel oleh PM pertama David Ben-Gurion, yang segera melakukan pengusiran dan pembunuhan lebih besar lagi kepada kaum muslim di palestina.
Setelah Israel berdir, negara-negara tetangga Palestina yaitu Mesir, Yordan, Libanon dan Siria mengumumkan perang kepada Israel, perang ini terjadi pada tahun 1948, 1956, 1967 dan 1973. Perang Arab-Israel ini tidak lebih adalah perang rekayasa dan hanya membuat mitos seolah-olah Israel tidak terkalahkan, dan ini juga bukti pengkhianatan pemimpin-pemimpin muslim (Mesir, Yordan dan Libanon) di wilayah tetangga Palestina. Terlebih setelah perang 6 hari di tahun 1967, wilayah israel bahkan bertambah menjadi 70%. Dan setelah itu, hingga hari ini, Israel dengan brutal menginvasi wilayah Palestina hingga menguasai lebih dari 90% wilayah Palestina.


Solusi Total Palestina: Khilafah Islamiyyah dan Jihad!
Pertanyaan yang muncul sekarang adalah, bagaimana solusi total masalah Palestina? Kepada siapakah ummat Islam bisa berharap? Kepada PBB?!, ini mustahil karena justru PBB adalah organisasi yang justru memberikan persetujuan dan pengakuan terhadap Israel. dan melahirkan negara Israel Faktanya, sampai sekarang PBB tidak pernah memberikan sanksi kejahatan perang yang telah dilakukan oleh AS dan Israel. Bahkan dalam insiden Mavi Marmara, PBB tidak dapat bertindak apapun!
Kepada AS?!, apalagi, karena merekalah selama ini yang menganak emaskan Israel dan memberikan bantuan baik secara fisik dan pengaruh. Obama dalam pidatonya di AIPAC dengan jelas menyampaikan “Saya berjanji kepada Anda, bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kapasitas apapun, untuk tidak hanya menjamin keamanan Israel, tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu”, dia pun menjamin dana 50 juta dolar AS untuk membantu persenjataan Israel. Pendahulu Obama, Bush juga mengatakan dengan nada yang serupa ketika menyalahkan HAMAS dalam invasi Israel ke jalur Gaza. Maret 2010, pernyataan Hillary Clinton didepan AIPAC menegaskan kembali hubungan ‘mesra’ Israel-AS: “For President Obama, for me, and for this entire administration, our commitment to Israel’s security and Israel’s future is rock solid, unwavering, enduring and forever”. (bagi presiden Obama, bagiku, dan bagi semua orang disini, komitmen kami untuk keamanan Israel dan masa depan Israel sekeras batu, kukuh, abadi dan selamanya!) Begitupun pembelaan Obama terhadap Israel dalam Invasi Mavi Marmara seperti yang dilansir Gedung Putih: “ The President affirmed the importance of finding better ways to provide humanitarian assistance to the people of Gaza without undermining Israel’s security,” (Presiden -Obama- mengafirmasi perlunya menemukan cara yang lebih baik untuk menyediakan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza tanpa mengganggu keamanan Israel)
Kepada organisasi HAM dan Demokrasi?!, inipun bathil, karena HAM dan Demokrasi adalah alat barat yang berstandar ganda, yang hanya berpihak apabila sang empunya yang mendapatkan masalah, dan hanya digunakan untuk menyudutkan kaum muslim. HAM ada ketika iraq dilengserkan untuk kepentingan minyak AS, tetapi HAM hilang ketika ribuan muslim Palestina dibantai. Demokrasi didengungkan dalam pemilihan presiden AS tetapi bisu saat ummat Islam menginginkan dipimpin oleh sistem Islam.
Kepada OKI?!, telah terbukti ternyata OKI hanyalah terdiri dari pengecut-pengecut yang berkumpul karena ada kepentingan selain Islam dan sudah menjadi rahasia umum bahwa mereka hanyalah boneka yang digerakkan AS. Arab Saudi merupakan pembeli senjata perang terbanyak buatan AS, tetapi tidak pernah menggunakannya untuk kepentingan kaum muslim. Mesir mempunyai universitas paling terkenal di dunia Islam, tetapi memfatwakan jihad dan mengirim tentaranya saja tidak mampu, bahkan sampai sekarang mereka menutup pintu Rafah yang berhubungan langsung dengan Gaza , membangun tembok pemisah dan menghancurkan terowongan bantuan di Gaza serta menangkapi aktivis Islam yang membela saudara mereka di Palestina.
Kepada pemerintah Indonesia?!, rupa-rupanya menjaga perdamaian dunia masih menjadi isapan jempol pengantar tidur bagi anak-anak saja, tidak ada faktanya. Bahkan presiden Indonesia dalam salah satu pidatonya menyatakan bahwa “Ini bukan perang agama”, untuk menutupi fakta yang sebenarnya. Bahkan dalam insiden Mavi Marmara ini presiden memberikan pernyataan yang tidak jelas arahnya dan memilih diam dan menunggu hasil diskusi dengan Obama?!
Berharap akan berdirinya dan berdamainya Israel dan Palestina?!, ini haram, karena tanah itu milik kaum muslim dan haram hukumnya membiarkan wilayah kita diambil oleh kafir yahudi. Kita tahu bahwa yang Israel inginkan justru pendirian negara Palestina merdeka yang mengambil wilayah diluar wilayah Palestina yang awal dan mengambil wilayah Yordan dan Mesir. Maka pendirian negara Palestina adalah haram karena berarti kita mengakui pendudukan tanah Palestina oleh Israel.
Jika kita melihat semua permasalahan ini, nyatalah, bahwa satu-satunya solusi bagi kaum muslim termasuk saudara kita di palestina adalah :
Kembalinya Kepemimpinan Global bagi Kaum Muslim, Kembalinya Khilafah Islamiyyah!
Khilafah-lah yang akan memimpin dan mengkomandoi 1,5 milyar kaum muslim di seluruh dunia untuk dan berjihad. Yang akan melindungi dan mempertahankan seluruh wilayah dan tanah kaum muslim. Khilafah dan Jihad!, dua kata untuk mengubur Zionis Yahudi. Inilah satu-satunya solusi yang diberikan Allah dan Rasulnya kepada kita
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai
(TQS ali-Imran [3]: 103)
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (khalifah) di antara kamu
(TQS an-Nisaa [4]: 59)
Perumpamaan kaum mukminin dalam saling cinta dan sayang mereka laksana satu tubuh, jikalau ada satu anggota tubuh yang mengeluh, maka seluruh tubuh ikut merasakan demam dan bergadang
(HR Bukhari dan Muslim)
Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana satu bangunan yang sebagiannya menguatkan sebagian lainnya
(HR Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, tidaklah kita mencukupkan pada aksi-aksi saja, kepada pengiriman bantuan saja, dan kepada protes dan pengutukan saja, tetapi lebih daripada itu, setiap ummat Islam mesti memiliki kesadaran politik bahwa satu-satunya solusi mereka adalah tegaknya kembali Khilafah Islam yang telah dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan secara sadar dan sistematis memperjuangkan tegaknya Khilafah itu dengan seluruh kekuatan yang ada pada diri kita
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin nyawa dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar (TQS at-Taubah [9]: 111)
Presentasi Terkait: Solusi Total Masalah Palestina
]]>
to see beyond the eyes can seeOrang yang pertama yang langsung saya berikan buku ini setelah terbit adalah ayah saya. Setelah 2 hari ayah saya menemui saya dan berkata:
“Lix, pak Tomi (bukan nama yang sebenarnya), bilang kalo dia nggak yakin sama 2 hal dalam buku ini”.
“Yang mana pi?” jawab saya.
“Ini, 1. Kota Roma akan takluk di tangan kaum muslim, dan 2. Jakarta akan rata dengan Islam”.
Saya cuma nyengir. Lalu berkata:
“Justru untuk itulah bukunya saya tulis, supaya orang jadi yakin, baca dulu nanti yakin”.
Diluar dugaan teman ayah saya yang muslim lalu berkata pada ayah saya:
“Ya wajarlah pak, shalat aja pak Tomi nggak, gimana mau percaya?! heheheh..”.
Terkadang lucu memang melihat muslim yang sekarang. Benar-benar sudah terlepas dari akar pemahaman Islamnya. Perkara-perkara pasti dijadikan nisbi, perkara nisbi dijadikan pasti. Aneh!. Perkara bisyarah rasulullah adalah perkara wahyu, dan wahyu adalah perkara Allah, maka mari sedikit saya yakinkan kembali semua manusia bahwa urusan wahyu adalah urusan kepastian.
Perlu kita perhatikan bahwa Allah di dalam al-Qur’an, ketika menjelaskan perihal janji akan kekuasaan kaum muslim atau penaklukkan kaum muslim, selalu menutupnya dengan kalimat “wa Allahu ‘ala kulli syai’in qadiir!” – “Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Misalnya dalam ayat ini:
وَمَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْهُمْ فَمَا أَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ وَلا رِكَابٍ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Dan apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kuda pun dan (tidak pula) seekor unta pun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada Rasul-Nya terhadap siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS al-Hasyr [59]: 6)
Kata قدير berasal dari kata قدر yang berarti: mampu, berkuasa, menentukan, menetapkan. Seringkali kita mendengar kata qadarullah - قدَرُ اللهِ yang berarti ketetapan Allah atau taqdir Allah. Artinya dalam ayat tadi dimana Allah menutupnya dengan وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ bisa bermakna bahwa “Allah Maha Menetapkan atau Mentaqdirkan segala sesuatu”. Artinya penaklukkan dan kekuasaan yang akan diberikan Allah pada Rasul-Nya dan pada mukmin adalah sudah ditetapkan dan ditaqdirkan oleh-Nya yang Maha Menetapkan dan Maha Kuasa atas segala sesuatu
Perhatikan pembahasan Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya tentang ayat janji Allah ini:
وَأُخْرَى لَمْ تَقْدِرُوا عَلَيْهَا قَدْ أَحَاطَ اللَّهُ بِهَا وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا
Dan (Allah telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya yang sungguh Allah telah menetapkan-Nya. Dan adalah Allah Maha Kuasa (Maha Menetapkan) atas segala sesuatu (QS al-Fath [48]: 21)
أي وغنيمة أخرى وفتحا آخر معينا لم تكونوا تقدرون عليها قد يسرها الله عليكم وأحاط بها لكم فإنه تعالى يرزق عباده المتقين له من حيث لا يحتسبون…
…وقال قتادة : هي مكة واختاره ابن جرير وقال ابن أبي ليلى والحسن البصري : هي فارس والروم , وقال مجاهد : هي كل فتح وغنيمة إلى يوم القيامة . وقال أبو داود الطيالسي حدثنا شعبة عن سماك الحنفي عن ابن عباس رضي الله عنهما ” وأخرى لم تقدروا عليها قد أحاط الله بها ” قال هذه الفتوح التي تفتح إلى اليوم
Menunjukkan bahwa akan ada ghanimah dan kemenangan lain yang akan datang, yang saat itu belum datang pada muslim saat itu, Allah akan menjadikannya dibawah kekuasaan kaum muslim dan Dia menetapkan semua kemenangan itu untuk kaum muslim. Sesungguhnya, Allah Ta’ala mencukupkan rizqi hamba-Nya yang bertakwa dari jalan yang tidak diduga-duga…
…Qatadah mengatakan, sebagian ayat ini mengacu pada penaklukkan Makkah, dan pendapat ini disetujui oleh Ibnu Jarir. Ibnu Abi Laila dan Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa ayat ini mengacu pada penaklukkan Persia dan Roma, sedangkan Mujahid mengatakan bahwa ayat ini mengacu pada semua kemenangan dan ghanimah, sampai hari kiamat. Abu Dawud At-Tayalisi menceritakan bahwa Ibnu `Abbas mengomentari ayat ini dengan kata-kata “Semua kemanangan yang kita dapat sampai dengan saat ini” (Tafsir Ibnu Katsir Surat al-Fath [48]: 21)
Dan perhatikan lagi ayat Allah berkenaan dengan perang Bani Quraizhah yang terjadi pasca perang Khandaq (perang Ahzab):
وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَارَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ وَأَرْضًا لَمْ تَطَئُوهَا وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا
Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu (QS al-Ahzab [33]: 27)
Ayat ini menceritakan bagaimana kemenangan besar dan luar biasa yang didapatkan oleh kaum muslim setelah sebelumnya mereka diuji Allah dengan ketakutan yang sangat mencekam, kekuatiran memuncak dan kengerian yang sangat pada saat perang Khandaq dan perang Ahzab. Firman Allah:
إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الأبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالا شَدِيدًا وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلا غُرُورًا
Demikianlah Allah swt menguji hamba-Nya dengan cara yang Dia kehendaki. Agar disitu terlihat siapa yang benar-benar meyakini janji-Nya dan siapa yang mendustai bahkan mengadakan prasangka-prasangka buruk kepada Allah. Prasangka buruk tersebut adalah: “Menyangkan bahwa Allah mengingkari janji-Nya”
Singkat kata, didepan mata kita memang banyak hal yang membuat kita ngeri, kuatir, takut. Tapi pilihannya selalu cuma 2: Mau mundur atau maju? Mau banyak prasangka atau percaya?. Look Beyond The Eyes, Believe beyond Beliefs, Inspired Beyond The inspiration!
Terakhir kali, saya cuma bisa bilang sama orang-orang yang masi ragu:
Sori ya,
pembebasan Roma bukan pilihan kaum Mukmin
pembebasan Roma itu taqdir yang sudah ditetapkan bagi Mukmin
وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا
Pernahkah Anda bertanya kepada diri Anda sendiri ataupun kepada orang lain, kenapa di satu sisi Islam diklaim sebagai agama yang sempurna dan rahmatan lil ‘alamin namun menampakkan justru sebaliknya pada realitasnya?.
Sepertinya ummat muslim telah terbiasa mempelajari Islam hanya dari segi What & How saja. Apa & Bagaimana. Sehingga lahirlah dari kebiasaan semacam ini yang sangat mengetahui apa itu Islam, bagaimana Islam bekerja. Tetapi walaupun mereka mengetahui semua itu, tetap saja kewajiban-kewajiban yang mereka ketahui itu dilalaikan.
Padahal selain What & How, ada sesuatu pertanyaan lain yang perlu ditanyakan oleh kaum muslim. Why?. Pertanyaan Why inilah yang akan memberikan inspirasi, motivasi dan alasan bagi seorang muslim untuk mengetahui sebab peradaban Islam yang tinggi yang pernah dibangun rasulullah saw dan para shahabat, yang dilanjutkan oleh para khalifah setelahnya dan panglima perang semacam Khalid bin Walid, Sa’ad bin abi Waqqash, Thariq bin Ziyad dan Muhammad al-Fatih. Merekalah yang menjadikan Islam Beyond The Inspiration.
Walhasil, Why Islam?
Dengan biaya sebesar US$400 juta, film ini ternyata tidak hanya memberikan sebuah efek 3D yang lumayan dan, tapi lebih dari itu, film ini berhasil melukiskan watak sekulerisme secara utuh yang diwakili oleh AS, dan politik luar negeri mereka yaitu imperialisme. Film ini juga dianggap sebagai “The Most Expensive Piece of Anti-American Propaganda Ever Made”. Film ini mencoba menggambarkan secara utuh, bahwa Kapitalisme sebagai sub-sistem yang paling menonjol dalam kapitalisme, adalah sebuah sistem yang bertahan dengan darah orang lain. Dan mencoba mengambil sudut pandang dari kenyataan yang sebenarnya, bukan dari sudut pandang yang selama ini memang dikuasai oleh AS dan sekutunya, selain itu isi dari film ini juga sarat kritikan atas kebijakan ‘War on Terror’, perang AS di Irak dan juga perilaku AS sebagai negeri yang sangat rusak.
James Camerooon, sutradara Avatar dengan jelas menyampaikan bahwa film ini memiliki keterkaitan dalam program ‘War on Terror’ dan perang Irak dan Afghanistan dalam salah satu wawancaranya:
“Kita telah mengambil keputusan yang mengorbankan ratusan bahkan ribuan nyawa penduduk Irak. Saya rasa orang-orang Amerika bahkan tidak tahu mengapa itu dilakukan. Jadi, film ini semata-mata untuk membuka mata anda.”
“Kita mengetahui bagaimana rasanya untuk meluncurkan rudal. tetapi kita tidak tahu bagaimana rasanya bila rudal itu mendarat di tanah dan rumah mereka, bukan di Amerika. Saya pikir harus ada tanggungjawab moral bagi kita untuk mengetahuinya”
Disinilah kita mendapati kesamaan dengan dunia nyata dan bagaimana politik luar negeri AS bekerja, sebagai manifestasi daripada kapitalisme yang diemban AS. Rusaknya bumi bisa disamakan dengan rusaknya dan habisnya lingkungan di AS sehingga mereka harus mencari tempat lain untuk dieksploitasi, dan semua ini adalah ‘ulah’ para pemilik modal atau “corporatocracy” bila kita mau meminjam istilah John Perkins dalam “Confessions of Economic Hitman”.Unobtanium sendiri bisa diartikan sebagai minyak bumi ataupun kepentingan lainnya. Dan tentu saja penduduk lokal ini bisa kita artikan dengan kaum muslim yang selama ini menjadi sasaran dunia barat (baca: AS) dikarenakan kaya-nya tanah kaum muslimin. dan Pandora adalah tanah kaum muslim.
Politik luar negeri suatu negara pasti akan terpancar dari ideologi yang diembannya, dan ideologi AS adalah kapitalisme dan metode penyebarannya adalah dengan imperialisme, dah hal ini sekaligus menjadi politik luar negeri AS. Dan berikut adalah kerangka politik luar negeri AS yang dapat kita lihat dalam film Avatar.
Selfridge (Bos perusahaan gila duit) kepada Dr. Augustine (peneliti yang dimanfaatin):
“Look you’re supposed to be winning the hearts and minds of the natives. Isn’t that the whole point of your little puppet show? If you walk like them, you talk like them they’ll trust you. We build them a school, teach them English!”
Col. Quaritch (kayak bush dan obama, sama-sama gila perang) kepada Jake Sully (ceritanya dia jadi hero):
“Look, Sully, I want you to learn this savages from the inside, I want you to gain their trust. I need to know how to force their cooperation or hammer them hard if they won’t”
Selfridge kepada Jake Sully (pas mau infiltrasi dan ng-intelin penduduk lokal):
“Killing the indigenous looks bad, but there’s one thing shareholders hate more than bad press; and that’s a bad quarterly statement (laporan keuangan yang jelek). Look, I don’t make the rules. Find me a carrot to get them to move, or it’s going to have to be all stick.”
Jake Sully (mengomentari tindakan invasi militer):
“This is how it’s done. When people are sitting on shit that you want, you make them your enemy. Then you’re justified in taking it!”
Inilah politik amerika yang dipakai untuk seluruh kaum muslim di dunia. Bedanya, Irak, Afghanistan dan Palestina sudah sampai pada tahap ketiga, sedangkan Indonesia dan penduduknya masih tertipu pada tahap pertama dan kedua. Kita bisa lihat bagaimana banyak tokoh Indonesia membanggakan barat dan AS dan membela AS habis-habisan padahal nyata AS memerangi ummat muslim dan menjadikan Islam sebagai musuh dalam kebijakan-kebijakannya.
Coba pikir baik-baik.
Ketika penduduk AS sendiri sudah paham bahwa tidak ada perbedaan antara Obama dan Bush tentang keduanya maniak perang, ternyata tokoh muslim di Indonesia masih banyak yang membelanya bahkan menghormatinya.
Ketika analis AS telah menyampaikan bahwa ‘War on Teror’ dan 911 adalah rekayasa AS untuk mendapatkan justifikasi menjajah bangsa lain, ternyata cendekiawan muslim di Indonesia malah membela AS dan menunjuk ummat satu agama dengan mereka sebagai teroris.
Ketika dunia mengutuk kekejaman AS membantai lebih dari 1.000.000 rakyat sipil Irak dan mengutuk atas seluruh kekejama perang AS di Vietnam, Afghanistan dan lainnya, Indonesia malah memuji AS dan pemimpinnya mengatakan “I love US with all it faults, I’ll consider it my second country”.
Jadi negara macam apa yang nggak punya jatidiri semacam ini?, Ummat macam apa yang ternyata lebih memilih aturan penjajah-nya daripada aturan Tuhan tempatnya kembali?
I Do Love this Land of Indonesia, so that I’ll United it for sure Under Khilafah Islamiyyah!
Felix Siauw
Islamic Inspirator
Sudah lama saya ingin membuat tulisan ini, semenjak awal saya melihat iklan dengan slogan “apa kata dunia” yang menghiasi media, saya terus terang merasa terganggu dan sedikit eneg setiap kali mendengar iklan ini. Sepertinya inilah wakilnya wajah negara yang memakai baju kapitalisme-sekuler, maunya menang sendiri, kalo menyangkut urusan pemerintahan maka semuanya harus cepat, bagus, diurus, dan penuh toleransi, alasanya sih “Demi rakyat”, pergi keluar negeri argumennya “demi rakyat”, beli mobil baru katanya “demi rakyat”. Tapi kalo rakyat minta diurus agak cepetan dia bilang “sabar dulu, semua ada masanya, ada prosedurnya”, atau kalo rakyat ngeluh maka dia bilang “rakyat mandiri dong, jangan manja!”. Capek deh!
Dan wajah buruk itu akhirnya kebuka sendiri, seorang pegawai biasa Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak diduga memiliki rekening mencurigakan hingga Rp 25 miliar, tinggal di rumah mentereng, punya apartemen di singapura, gonta-ganti mobil mewah, dan bahkan ”kabur” ke luar negeri. Kalo bang Ben masi idup die bakal ngomong: “Bujubune!, aye kerje sampe ko’it juga kagak dapet nyang gituan! gile bener dah!”. Dan ini baru puncak gunung es, bawahnya jelas mengakar gede, sehingga sangat sulit untuk membongkar sampai kebawah. Cerminan jelas “CAPITALISM EFFECT” yang ngalah-ngalahin “A** EFFECT” heheheh..
Dalam kapitalisme-sekuler ada cacat bawaan yang akan selalu ada pada sistem dan badan apapun didalam pemerintahan, termasuk pajak. Survei ICW (2001), Partnership (2001), PERC (2005) dan TI (2005) menyatakan bahwa masyarakat dan kalangan bisnis secara konsisten mempersepsikan Ditjen Pajak sebagai salah satu lembaga terkorup. Pada tahun 2005, Kwik Kian Gie yang waktu itu kepala Bappenas menyatakan bahwa sektor pajak bocor Rp. 180 trilliun pertahun dan diperkuat dengan Faisal Basri yang mengatakan bocornya 40 trilliun. Bahkan jauh sebelum itu, pada masa orba, Prof. Sumitro telah mengatakan waste and loss di sektor pajak mencapai 30%.
Menarik pula bila kita membaca artikel Jakarta Post Tanggal 10 Desember 2004 ”Graft spirals out of control at tax office”. Yang menceritakan seorang pegawai biasa di Dirjen Pajak yang mampu membeli BMW seri 5 dengan gaji bulanan hanya Rp. 3 juta. Dan pegawai ini menjelaskan bahwa uang hasil suap dan pemerasan dibagi 25% untuk kolektor, 15% untuk asistennya, kepala seksi 25% dan kepala kantor pajak 30%, yang nantinya kepala kantor pajak akan mendistribusikannya untuk pejabat-pejabat atasannya di dirjen pajak.
Sudahlah bermasalah dari segi penerimaannya yang penuh dengan kecurangan, ternyata pengeluaran pajak ini pun bukan untuk kepentingan rakyat seperti yang di-klaim, Ichsanudi Noorsy mengatakan bahwa hanya 80-90 trilliun yang kembali ke masyarakat (jika penerimaan pajak 2009 577 trilliun, maka cuma 13-14%), sedangkan untuk bayar utang bisa sampe 115-170 trilliun. TI (2009) melaporkan bahwa suap di Kantor Pajak Negara potensial 14% dengan rata-rata nilai korupsi Rp. 8.502.000. Sedangkan di Kantor Pajak Daerah sebesar 17% dengan rata-rata suap sebesar Rp. 4.709.000.
Kalau dikatakan kehancuran di bidang pajak ini adalah masalah individual, sepertinya nggak juga deh, karena kalo individu yang bermasalah maka jumlahnya sedikit, tapi faktanya justru yang salah ini mendominasi, maka jelas sekali ini adalah kerusakan sistemik dari sistem yang salah.
Maka wajarlah rasulullah mengancam dalam hadits-haditsnya:
لا يدخل الجنة صاحب مكس
tidak akan masuk surga para penarik pajak (HR. Hakim)
Dalam kitab al-Kabair, adz-Dzahabi mengatakan:
والمكاس من أكبر أعوان الظلمة بل هو من الظلمة أنفسهم فإنه يأخذ ما لا يستحق ، والمكاس فيه شبه من قاطع الطريق وهو من اللصوص ، وجابي المكس وكاتبه وشاهده وآخذه من جندي وشيخ وصاحب راية شركاء في الوزر آكلون للسحت والحرام
Pemungut pajak adalah termasuk pembantu bagi penguasa zalim yang paling penting. Bahkan pemungut pajak itu termasuk pelaku kezaliman karena mereka mengambil harta yang tidak berhak untuk diambil. Pemungut pajak itu memiliki kesamaan dengan pembegal bahkan dia termasuk pencuri. Pemungut pajak, jurus tulisnya, saksi dan semua pemungutnya baik seorang tentara, kepala suku atau kepala daerah adalah orang-orang yang bersekutu dalam dosa. Semua mereka adalah orang-orang yang memakan harta yang haram”
Juga sabda rasulullah saw.
يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أُمَرَاءُ ظَلَمَةٌ، وَوُزَرَاءُ فَسَقَةٌ، وَقُضَاةٌ خَوَنَةٌ، وَفُقَهَاءُ كَذَبَةٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ مِنْكُمْ ذَلِكَ الزَّمَنَ فَلا يَكُونَنَّ لَهُمْ جَابِيًا وَلا عَرِيفًا وَلا شُرْطِيًّا
Akan ada pada akhir zaman para pemimpin yang zalim, para menteri yang fasik, para hakim yang khianat, dan para fukaha yang pendusta. Siapa saja di antara kalian yang mendapati zaman itu, janganlah sekali-kali dia menjadi pemungut harta mereka, menjadi pejabat mereka, atau menjadi polisi mereka (HR ath-Thabrani).
Teranglah dari hadits diatas bahwa rasulullah telah mengingatkan bahwa dalam kondisi tidak diterapkannya Islam, maka sistem pastilah akan menjadikan para penguasa dan pejabat-pejabatnya serta para fuqaha menjadi korup, maka kita dipesankan agar tidak menjabat apapun termasuk menjadi pemungut pajak, karena pasti akan membuat kita melakukan dosa.
Berbeda dengan itu semua, Islam mempunyai cara sendiri dalam mengatur keuangan negara. Yang jelas Islam tidak akan menarik harta dari ummat kecuali dengan perintah Allah dan keridhaan ummat padanya. Islam memiliki beberapa jenis pendapatan yang memastikan bahwa negara tidak lagi perlu untuk secara permanen dan rutin membebankan ummat. Pendapatan negara ini mencakup ghanimah, jizyah, fai, jharaj, zakat mal, infaq, hibah, wakaf, penegelolaan SDA dan dlaribah. Keampuhan pengelolaan dalam masa Khilafah yang menerapkan Islam total Ini terbukti pada masa Umar bin Abdul Aziz yang mempunyai kelebihan uang zakat yang tidak dibagikan bahkan setelah beliau melunasi seluruh hutang, menikahkan jejaka dan memberi harta kepada ahlu dzimmah.
Dan yang jelas pula, tidak akan ada rasa sombong dan jumawa sebagaimana yang kita lihat pada petugas pajak dan pemerintahan saat ini. Insya Allah seluruh aparat negara Khilafah akan bermental sebagaimana Umar bin Khattab, sebijaksana Abu Bakar, sangat penyayang seperti Utsman bin Affan dan secerdas Ali bin Abu Thalib. Mudah-mudahan dengan kasus ini semakin jelas pada diri ummat bahwa tidak ada jalan lain bagi mereka selain kembali kepada aturan Allah Azza wa Jalla.
Jadi apa kira-kira kata dunia:

Makanya, kalo pilih sistem pemerintahan mbok ya o pake otak -maksudnya pake syari’at Allah-, jangan pake dengkul -maksudnya sistem thaghut-
yang lagi kesel sama sistem kapitalis, tiap hari begini..
-Felix Siauw